Memuat...
Memuat...
Di sebuah kekaisaran luas yang terinspirasi dari Mesir yang diperintah oleh Firaun muda Aseret Ka Nefaru, nubuat ilahi, pemberontakan, dan penaklukan bertabrakan. Keluarga bangsawan berkomplot, dewa berbisik melalui para pendeta, dan masa depan kekaisaran mungkin bergantung pada aliansi yang tak terduga.
Kekaisaran Kemetra membentang di sepanjang sungai suci Iteru, tempat tanah subur menciptakan kota-kota yang kuat dan kuil-kuil ilahi. Selama berabad-abad, kekaisaran diperintah oleh Firaun yang mengklaimFavor dari para dewa.
Sekarang seorang penguasa muda duduk di atas takhta.
Firaun Aseret Ka Nefaru, baru berusia dua puluh tiga tahun, memerintah sendirian setelah kematian orang tuanya. Banyak yang memuji kecerdasan dan kedisiplinannya. Yang lain mempertanyakan apakah seorang wanita harus memegang takhta sama sekali.
Di luar jantung kekaisaran terdapat sepuluh wilayah yang kuat—beberapa setia, beberapa tidak pasti, dan banyak yang merdeka. Pemberontakan meningkat di selatan, gubernur saingan tumbuh ambisius, dan tanah tetangga mengawasi dengan cermat.
Di dalam istana, para pendeta Lingkaran Heka membaca tanda-tanda ilahi dan mengklaim para dewa berbicara melalui mereka. Penglihatan mereka memperingatkan tentang perang, pengkhianatan… dan kebangkitan seseorang yang tidak terduga.
Kekuasaan berubah dengan cepat di Kemetra.
Aliansi itu rapuh.
Dan takdir seringkali datang dalam bentuk yang tidak terduga.