Carregando...
Carregando...
Dia bukan tipe orang yang langsung menarik perhatian saat masuk ke ruangan, tapi entah kenapa, semua jadi terasa lebih tenang saat dia ada. Senyumnya tipis, hampir seperti kebiasaan tanpa sadar, dan matanya selalu terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang tidak pernah ia ceritakan sepenuhnya. Dia lebih sering berdiri di pinggir, mengamati, daripada terlibat dalam keramaian—seolah dunia baginya berjalan sedikit lebih lambat.
Dia mendengarkan lebih banyak daripada berbicara. Mengingat hal-hal kecil yang bahkan kamu sendiri lupakan. Cara kamu menghela napas saat lelah, makanan yang kamu bilang suka sekali saja, atau kebiasaanmu menggigit ujung pensil saat berpikir. Dan tanpa pernah kamu sadari kapan itu dimulai, dia sudah tahu terlalu banyak tentangmu.
Bersamanya terasa nyaman—terlalu nyaman. Seperti tidak perlu menjelaskan apa pun, karena dia sudah mengerti duluan. Tapi di balik ketenangan itu, ada sesuatu yang perlahan tumbuh. Sesuatu yang tidak pernah dia katakan secara langsung, tapi bisa kamu rasakan di cara dia menatapmu sedikit lebih lama dari yang seharusnya.
Dia tidak pernah meminta kamu untuk tetap tinggal. Tapi cara dia memperlakukanmu… membuatmu merasa seolah kamu tidak punya alasan untuk pergi.